Jumat, 30 Oktober 2015




PERMAINAN COPI KARA SEBAGAI MEDIA MENGHAFAL JUZ AMMA PADA SISWA SDN KADUNGREJO 1 



Muhammad Zidnii Nuron1, Nur Kholifatul Fadhilah2, Retno Kurnia Putri 3, Nur Hidayah 4, Dian Karismah5
1) Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang
2) Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang
3) Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang
4) Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang
5) Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Jombang


ABSTRAK

Inovasi dalam pengelolaan pendidikan di maksudkan agar dapat membantu proses pendidikan dalam pencapaian tujuan. Pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan merupakan sarana penerus nilai dan gagasan, sehingga setiap orang mampu berperan serta dalam transformasi nilai demi kemajuan bangsa dan negara. SDN Kadungrejo 1 berada di wilayah paling utara kecamatan Baureno dan perbatasan dengan kabupaten Tuban. Letak sekolah yang berada di pinggiran Bengawan Solo mengakibatkan sekolah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Kondisi ekonomi orang tua siswa rata-rata dalam kategori ekonomi lemah. Pemanfaatan permainan Congklak Pintar Kartu Acak (Copi Kara) memiliki tujuan yaitu memberdayakan minat siswa SDN Kadungrejo 1 dalam menghafal Juz Amma dan memberikan pengetahuan baru tentang pemanfaatan budaya  permainan congklak sebagai alat bantu pembelajaran menghafal Juz Amma. Permainan congklak sebagai media belajar, dapat mempermudah menghafal dan menumbuhkan semangat anak dalam mempelajari Juz Amma beserta makna yang terkandung di dalamnya. Metode pelaksanaannya yakni siswa mempelajari ilmu tajwid dalam Al Qur’an dengan bacaan yang benar dan fasih, kemudian pengajar dapat mengkolaborasikan  permainan Copi Kara dalam menghafal. Selanjutnya dapat di mainkan pada setiap kelompok peserta didik untuk saling mempraktekkan hafalan dalam permainan. Melalui pemanfaatan permainan Copi Kara pada siswa SDN Kadungrejo 1, diharapkan minat siswa dalam menghafal Juz Amma dapat tumbuh dan terealisasikan. Progam ini menggunakan metode yang rinci dan terjadwal mulai dari persiapan awal sampai dengan praktik pelaksanaan pembelajaran dengan hasil pembelajaran mandiri dan kreatif melalui pentas mandiri. Pada akhirnya, permainan Copi Kara diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru tentang pemanfaatan budaya  permainan congklak sebagai alat pembelajaran dalam menghafal Juz Amma.

Kata Kunci : Juz Amma, papan congklak, kartu acak



ABSTRAC
Innovation in education management are intended to help the process of education in achieving the goals. Education as part of the culture is a means successor values ​​and ideas, so that everyone can participate in the transformation of values ​​for the progression of the nation. SDN Kadungrejo 1 located in the northern Baureno districts and border with Tuban regency. The location of the school on the Bengawan Solo river result in schools becoming flooded ever year. The economic condition of students parent on average weak economy category. Utilization of game Smart Congklak Scramble Card”Congklak Pintar Kartu Acak (Copi Kara)” has the goal of empowering students' interest in memorizing SDN Kadungrejo 1 Juz Amma and provide new knowledge about the use of culture congklak game as a learning tool to memorize Juz Amma. Congklak games as a media of learning, it can make easy for memorization and growing the spirit of a child in learning Juz Amma and also the meaning in Juz Amma. Methods of implementation which students learn the science of “Tajwid” of the Qur'an by reading the true and fluently, then teachers can collaborate Copi Kara game in memorizing. Furthermore, it can be played on any group of learners to practice memorizing in the game. Through the utilization Copi Kara game of the student SDN Kadungrejo 1, expected students' interest in memorizing Juz Amma can grow and realized. This program uses a detailed method and the scheduled start from the frist preparation to the implementation of learning practices with the results of independent and creative learning through independent stage. In the end, the game Copi Kara is expected to provide new knowledge about the use of culture congklak game as a learning tool to memorize Juz Amma.

Keywords: Juz Amma, congklak board, scramble card


1.    PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan informasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan. Tantangan tersebut menjadi salah satu dasar pentingnya inovasi dalam pengelolaan pendidikan dan pembelajaran yang di maksudkan agar dapat membantu proses pendidikan dalam mencapai tujuan. Disamping itu, pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan merupakan sarana penerus nilai-nilai dan gagasan-gagasan, sehingga setiap orang mampu berperan serta dalam transformasi nilai demi kemajuan bangsa dan negara.
Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman budaya daerah yaitu segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya, atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya, budaya-budaya tersebut dapat berupa bangunan, tarian, permainan dan lain-lain. Hampir setiap daerah di indonesia memiliki kebudayaan mereka sendiri, hal itu karena mereka memiliki cara hidup yang berbeda serta lingkungan alam yang berbeda pula.[1]
Budaya tradisional di Indonesia sebenarnya lebih kreatif dan tidak bersifat meniru sebagai contoh, salah satu permainan tradisional yang dahulu populer adalah congklak atau dikenal juga dengan nama dakon, yaitu permainan tradisional menggunakan papan yang dinamakan papan congklak. Pada papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri atas 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lubang kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain. pada permainan ini setiap lubang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dalam permainan ini tertanam berbagai nilai kehidupan, diantaranya nilai 7 adalah jumlah hari dalam satu minggu. Jumlah biji yang ada pada lubang kecilpun sama. Artinya, setiap orang mempunyai jatah waktu yang sama dalam seminggu, yaitu 7 hari. Ketika biji diambil dari satu lubang, ia mengisi lubang yang lain, termasuk lubang induknya. Pelajaran dari fase ini adalah, setiap hari yang kita jalani, akan mempengaruhi hari-hari kita selanjutnya, dan juga hari-hari orang lain. Apa yang kita lakukan hari ini menentukan apa yang akan terjadi pada masa depan kita. Apa yang kita lakukan hari ini bisa jadi sangat bermakna pula bagi orang lain. Biji yang diambil disebarkan pada setiap lubang secara urut, setelah biji terakhir di letakkan kemudian pemain mengambil lagi, berarti bahwa hidup itu harus memberi dan menerima[2]. Umumnya masrarakat masa kini kurang mempertahankan jati diri bangsa. Sebagai contoh sederhana, permainan tradisional di Indonesia mulai terabaikan, individual dan tidak mau tahu dengan budayanya sendiri. Terlihat beberapa pergeseran budaya pada permainan anak, anak yang lebih suka menyendiri dan memainkan game elektronik atau permainan modern adalah salah satu contoh, bahkan terkadang mereka tidak mengenal permainan tradisional yang ada di daerahnya. Prinsip bela negara dalam agama Islam juga di terapkan, dengan membaca Al-Qur’an serta memahami maknanya seseorang akan sadar pentingnya menjaga budaya dan moral bangsa. Anak yang beragama Islam perlu di ajarkan sejak dini untuk membaca Al-Qur’an dan di harapkan dapat juga menghafal surat-surat pendek dalam Juz Amma, sebagai syarat kesempurnaan dalam melaksanakan sholat. Juz Amma adalah bagian dari Al-Qur’an yang terdapat pada Juz ke 30, yang terdiri dari surah pendek dengan bahasa yang indah. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas “Orang yang tidak mempunyai hafalan Al Qur’an sedikit pun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh” (HR. Tirmidzi)[3]. Untuk memunculkan dan menguatkan niat anak untuk menghafal perlu ada arahan motivasi yang terus disampaikan kepada anak disetiap waktu dan keadaan.
Dusun Mandek Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro adalah daerah yang terpencil, sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani yang sehari-hari lebih banyak berada di sawah. Daerah yang terletak disekitar aliran Bengawan Solo yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban, mengakibatkan perkembangan daerah ini cukup lambat. Dengan akses jalan yang terbatas karena berada diantara area persawahan serta jalan yang berbatu sehingga sulit untuk dilewati dengan alat transportasi. Di dusun ini terdapat sebuah SD kecil bernama SDN Kadungrejo 1, SDN Kadungrejo 1 di Dusun Mandek Kecamatan Baureno  memiliki siswa relatif sedikit yaitu 25 siswa dalam satu sekolahan[4]. Minat terhadap pelajaran agama cukup baik, namun sarana penunjang serta tenaga pengajar yang kurang memadai mengakibatkan kurangnya kegiatan yang mengembangkan minat dan bakat akan membaca serta menghafal Al-Qur’an khususnya Juz Amma. Dengan keadaan sekolah yang demikian siswa hanya bisa menerima dan memanfaatkan fasilitas yang ada demi mecari ilmu walaupun tak seperti sekolah di perkotaan. Berdasarkan fakta yang terjadi pada SDN Kadungrejo 1 di Dusun Mandek. Maka dibutuhkan sebuah upaya pengabdian masyarakat dengan memberikan fasilitas atau perangkat belajar yang dapat memberdayakan siswa untuk menghafal Juz Amma. Copi Kara ( Congklak Pintar Kartu Acak ) adalah alat pembelajaran yang dapat di kembangkan menjadi salahsatu cara untuk membantu menyelesaikan permasalah yang terjadi pada SDN Kadungrejo I dalam mengatasi kesulitan siswa belajar dan menghafal Juz Amma.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan pemaparan di atas, maka masalah yang ingin diselesaikan adalah :
1.  Bagaimana pemberdayaan siswa SDN Kadungrejo 1 dalam menghafal Juz Amma melalui permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak)?
2.  Bagaimana memanfaatkan dan melestarikan budaya permainan congklak sebagai alat pembelajaran dalam menghafal Juz Amma?
C. Tujuan
Kegiatan yang akan dilaksanakan ini memiliki tujuan:
1.  Munculnya minat siswa SDN Kadungrejo 1 dalam menghafal Juz Amma melalui permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak).
2.  Memberikan pengetahuan baru pemanfaatan budaya permainan congklak sebagai alat pembelajaran dalam menghafal Juz Amma.

D. Luaran Yang Diharapkan
Luaran yang di harapkan dari program pengabdian adalah bermanfaatnya media pembelajaran yang berupa permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) bagi siswa SDN Kadungrejo 1 Dusun Mandek Desa Kadungrejo adalah sebagai berikut :
1.  Lahirnya generasi baru dalam menghafal Al-Qur’an khususnya Juz Amma di SDN Kadungrejo 1 Dusun Mandek Desa Kadungrejo.
2.  Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) di gunakan sebagai alat pembelajaran baru di SDN Kadungrejo 1 Dusun Mandek Desa Kadungrejo.
3.  Terbentuknya kader penerus dalam menjalankan metode menghafal Juz Amma dengan metode permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak).

E. Manfaat Kegiatan
Ø Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan siswa SDN Kadungrejo 1 dalam menghafal Juz Amma melalui permainan Copi Kara ( Congklak Pintar Kartu Acak ), juga sebagai bentuk pelestarian kembali permainan tradisional congklak.
Ø Bagi masyarakat dusun kegiatan ini juga dapat sebagai nilai tambah dalam menumbuhkan generasi mendatang yang lebih berakhlak karena dapat menghafal dan menerapkan makna dalam Juz Amma.
Ø Bagi orang tua kegiatan ini dapat sebagai contoh dan inspirasi dalam mendidik anaknya sehingga menjadi anak yang berbakti serta sholeh.
Ø Bagi pemerintah kegiatan ini dapat sebagai acuan program pendidikan mendatang agar lebih mengimbangkan antara pendidikan mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama demi terbentuk generasi penerus yang cerdas serta berakhlak.


2.    METODE


Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pembinaan kepada siswa dalam menerapkan modul pembelajaran serta prosedur permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) untuk mencapai tujuan yang di harapkan, hal itu diwujudkan dengan cara mengatur permainan sedemikian rupa demi maksimalnya permainan sebagai metode belajar dan menghafal Juz Amma. Beberapa tahapan dalam teknik pembelajaran yang perlu di perhatikan dalam belajar dan menghafal Juz Amma sebagai berikut:


Skema 1. Ilustrasi Metode


Untuk mengawali permainan Copi Kara terlebih dahulu siswa membaca dan memahami surat-surat yang ada dalam Juz Amma, dengan demikian diharapkan akan tercipta suasana yang menyenangkan ketika menghafal Juz Amma. Dalam modul pembelajaran Juz Amma terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap pertama, tahap kedua, dan tahap ketiga. Pembagian materi tersebut berguna sebagai cara untuk mempermudah siswa dalam menghafal dan pembimbing untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang dimiliki siswa dalam menghafal juz amma. Pada tahap pertama terdapat 12 surat yang mudah dalam menghafalkan, pada tahap kedua terdapat 12 surat yang cukup sulit dalam menghafalkan, dan pada tahap ketiga terdapat 13 surat yang sulit dalam penghafalannya. 

Pada prinsipnya cara bermain Copi Kara sama dengan congklak pada umumnya. Bedanya terdapat pada kartu acak yang diambil ketika biji congklak terakhir di letakkan pada lubang, kemudian pemain membaca perintah yang ada pada kartu acak untuk melanjutkan permainan. Apabila tidak dapat melaksanakan perintah pemain tidak dapat melanjutkan permainannya. Berikut adalah tata cara dalam memainkan Copi Kara secara terperinci:

1.         Permainan dilakukan dua orang pemain yang berada pada tingkatan hafalan yang sama.
2.         Bagi biji kesetiap lubang berisi 7 biji dan setiap peserta memiliki 49 biji yang tersebar di 7 lubang yang ada di hadapannya.
3.         Setiap pemain diberi sejumlah kartu acak sesuai kategori pemain atau tingkat hafalan.
4.         Pemain di perkenankan suit atau mengundi untuk menentukan siapakah yang memulai permainan terlebih dahulu.
5.         Pemain yang menang suit atau undian berhak mengambil biji dan memulai permainan.
6.         Permainan dimulai dengan mengambil seluruh biji di satu lubang dan menyebarkannya satu per satu di lubang lain secara urut searah jarum jam.
7.         Setelah biji yang di genggam disebar, pemain diperkenankan mengambil kartu setelah biji terkhir di letakkan dalam lubang.
8.         Pemain yang mengambil kartu diperkenankan melaksanakan perintah yang ada pada kartu untuk melanjutkan permainan.

9.         Bila pemain dapat melaksanakan perintah yang ada pada kartu, maka pemain dapat mengambil biji pada lubang yang berada ketika meletakkan biji terakhir, kemudian melanjutkan permainan.

Kaderisasi di bentuk tanpa ada paksaan yaitu terdiri dari tenaga pengajar yang mengerti dan memahami permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak), Kaderisasi di bentuk dengan cara melakukan ajakan kepada tenaga pengajar yang ada di SDN Kadungrejo 1 untuk mempelajari dan memahami proses dari metode pembelajaran yang ada dalam permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak).

3.    HASIL DAN PEMBAHASAN

Seiring pelaksanaan kegiatan pengabdian ini kepercayaan masyarakat terhadap sekolah SDN Kadungrejo 1 semakin bertambah, yang semula jumlah siswa 25 anak menjadi 37 siswa pada tahun ajaran baru 2015/2016. Siswa SDN Kadungrejo 1 yang semula kurang membaca Juz Amma serta belum berminat menghafalnya, menjadi lebih termotivasi dan bersemangat dengan adanya permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak). Pelatihan yang dilakukan selama empat bulan menghasilkan beberapa perubahan, dengan dikenalnya kembali permainan tradisional congklak sebagai permainan anak yang unik serta mudah dalam memainkan. Permainan congklak dapat mengasah kepekaan anak-anak terhadap lingkungannya maka Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) mudah diterima, dengan permainan ini siswa akan terpacu untuk belajar bersama teman-temannya sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa berinteraksi dengan orang lain. Berbeda dengan permainan modern yang ada saat ini permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) memiliki banyak kelebihan beberapa diantaranya adalah merangsang siswa untuk dapat mengatur strategi memenangkan permainan, melestarikan permainan tradisional, menghafal Juz Amma dengan cara yang menyenangkan, serta siswa juga dapat mempelajari permainan yang sudah sejak dahulu di mainkan oleh masyarakat Indonesia bahkan dunia.


Terbentuknya calon-calon penghafal Al- qur’an yang lahir dari siswa SDN Kadungrejo I yaitu sebagai berikut:

·         20 siswa menghafal juz amma tahap pertama,
·         15 siswa hafal juz amma tahap kedua,
·         5 siswa sedang dalam hafal juz amma tahap ketiga,
Tahapan dalam menghafal Juz Amma adalah Pembagian materi yang digunakan untuk membedakan kemampuan menghafal dan banyaknya ayat pada surat-surat Juz Amma selama rentang pelatihan, yaitu tahap pertama terdapat 12 surat yang mudah dalam menghafalkan, tahap kedua terdapat 12 surat yang cukup sulit dalam menghafalkan, dan tahap ketiga terdapat 13 surat yang sulit dalam penghafalannya.
Terbentuknya 3 kader yang beranggotakan tenaga pendidik yang tertarik dan ingin mendalami Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) sebagai metode pembelajaran, sebagai hasil dari pembinaan kepada tenaga pendidik dalam menerapkan modul pembelajaran serta prosedur permainan Copi Kara agar dapat mencapai tujuan yang di harapkan dan di tambah kader dari pihak siswa sebanyak 3 orang. Terbentuknya kaderisasi yang beranggotakan tenaga pendidik dan peserta didik memungkinkan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) memiliki potensi berlanjut sebagai metode belajar mengaji dan menghafal Juz Amma serta melestarikan permainan tradisional congklak.
Terlaksananya pentas mandiri yang dilaksanakan sebagai puncak kompetisi menghafal Juz Amma sebagai hasil dari metode pembelajaran melalui permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak). Pentas mandiri yang dilaksanakan di awali dengan kompetisi menghafal Juz Amma dengan  bermain Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak), yaitu dengan bermain congklak dan mengaji. Lomba ini memerlukan ketangkasan serta kecermatan dalam bermain congklak dan kuat dalam menghafal surat-surat Juz Amma. Pentas mandiri juga menjadi akhir dari pelatihan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) yang dilakukan di SDN Kadungrejo I yang  menciptakan calon penghafal Al-qur’an baru dengan jenjang usia anak-anak.


4.    KESIMPULAN

Dusun Mandek Desa Kadungrejo Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro adalah daerah yang terpencil, sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani yang sehari-hari lebih banyak berada di sawah. Daerah yang terletak disekitar aliran Bengawan Solo yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban, mengakibatkan perkembangan daerah ini cukup lambat. Dengan akses jalan yang terbatas karena berada diantara area persawahan serta jalan yang berbatu sehingga sulit untuk dilewati dengan alat transportasi.
Copi Kara ( Congklak Pintar Kartu Acak ) adalah alat pembelajaran yang dapat di kembangkan menjadi salahsatu cara untuk membantu menyelesaikan permasalah yang terjadi pada SDN Kadungrejo I dalam mengatasi kesulitan siswa belajar dan menghafal Juz Amma. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan memberikan pembinaan kepada siswa dalam menerapkan modul pembelajaran serta prosedur permainan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Beberapa tahapan dalam teknik pembelajaran yang perlu di perhatikan dalam belajar dan menghafal Juz Amma sebagai berikut:
1.      Persiapan (Siswa mengaji)
2.      Siswa Bermain Congklak
3.      Siswa Membaca Surat Pada Kartu Acak
4.      Siswa Dapat Menghafal Surat Pada Juz Amma
5.      Kaderisasi Untuk Meneruskan Program

Ketercapaian kegiatan setelah pelatihan:
a)      Bertambahnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah SDN Kadungrejo 1 yang semula jumlah siswa 25 anak menjadi 37 siswa pada tahun ajaran baru 2015/2016
b)      20 siswa menghafal juz amma tahap pertama
c)      15 siswa hafal juz amma tahap kedua
d)      5 siswa sedang dalam hafal juz amma tahap ketiga
e)      Terbentuknya 3 kader dari tenaga pendidik dalam penerapan metode pembelajaran baru untuk menghafal juz amma dengan permainan Copi Kara
f)       Terbentuknya kader dari pihak siswa sebanyak 3 siswa
g)      Tercapainya ajang kreatifitas berupa pentas mandiri
Pentas mandiri berupa puncak dari kompetisi menghafal Juz Amma serta akhir dari pelatihan Copi Kara (Congklak Pintar Kartu Acak) yang dilakukan di SDN Kadungrejo I yang  menciptakan hafidz-hafidzah baru dengan jenjang usia anak-anak.













5.    UCAPAN TERIMAKASIH

a.       Ucapan terimakasih yang pertama kami berikan kepada KEMENRISTEK dikti yang mendukung program kami.
b.      Dr. H. Winardi, S.H., M.Hum, selaku Ketua STKIP PGRI Jombang yang memberikan dukungan secara apresiasi dan materi sehingga tim pengabdian mampu berkarya.
c.       Pembantu Ketua 1, 2 dan 3 STKIP PGRI Jombang, yang berkonstribusi secara materiil sehingga proses kami dalam berkarya selalu berwarna.
d.      Kemahasiswaan STKIP PGRI Jombang, yang berkontribusi secara kritis mulai dari awal hingga proses menuju yang terbaik.
e.       Safiil Ma’arif, S.Pd selaku dosen pembimbing yang mendukung dan membimbing kami dari awal proposal, pelaksanaan pengabdian, laporan kemajuan dan laporan akhir hingga berhasil dalam PIMNAS 2015.
f.       Bapak Banu Wicaksono,M.Pd, yang membimbing kami dari awal proposal, laporan kemajuan dan laporan akhir hingga berhasil dalam PIMNAS 2015.
g.       Dr. Wiwin Sri Hidayati, M.Pd yang mendukung kami dalam administrasi dan perijinan.
h.      Sukis, S.Pd selaku kepala SDN Kadungrejo 1 yang menerima dan memberi ijin kami untuk melaksanakan pengabdian.
i.        Ning Suci, S.Pd yang memberikan tempat singgah sementara dalam pelaksanaan pengabdian.
j.        Perangkat desa dan Komite Sekolah yang memberi ijin kami untuk melaksanakan pengabdian.
k.      Para dewan guru yang telah membantu dan mendukung kegiatan pengbdian dengan ikut serta dalam kegiatan.
l.        Kedua orang tua kami yang tiada henti mendoakan dan mendukung semoga kami selalu sukses seperti yang beliau harapkan.
m.    Kawan-kawan sejawat yang selalu membantu proses kami dalam mengabdi.
n.      UKM Pramuka, UKM Penalaran, UKM Pecinta Alam  STKIP PGRI Jombang yang menjadi titik ledakan kami dalam berinovasi dalam berkarya di masyarakat.

6.    REFERENSI

Munadi,Yudhi. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press.
Ashari. 2012. Panduan Rencana Pengajaran Tahfidz Juz ‘AmmaMetode “Khuluqiy”. http://asharilillah.blogspot.com/2012/draf-pqnduan-tahfidz-juz-amma-di-sd.html . Diakses tanggal 16 September 2014.
Pengertian Juz’amma. http://blogpaser.wardpress.com/2012/05/07/pengertian-juzamma.html . Diakses tanggal 17 September 2014.


[1] Cathlin TedjaArtikel Budaya Tradisional Indonesia”, diakses dari http://x-4-13-budayatradisionalindonesia.blogspot.html, pada tanggal 16 September 2014 pukul 14.27
[2] Makna Filosofi Permainan Congklak ”, diakses dari http://thefilosofi.blogspot.com/2014/01/makna-filososfi-permainan-congklak-dakon.html, pada tanggal 13 September 2014 pukul 14.31
[3] Ashari Juwito,”Panduan Rencana Pengajaran Tahfidz Juz ‘Amma metode Khuluqiy”, diakses dari http://asharilillah.blogspot.com/2012/12/draft-panduan-tahfidz-juz-amma-di-sd.html, pada tanggal 16 September 2014 pukul 15.22
[4] Sukis,S.Pd,“Usaha Mengatasi Masalah dengan Program Kunjungan ke Rumah Siswa, diakses dari http://sukisspd.blogspot.com/search/label/artikel.html, pada 21 September 2015 pukul 10.42